BAB VII
AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA
DAN INFLASI SECARA INTERNASIONAL
Inflasi merupakan fenomena dunia yang banyak terjadi di Negara berkembang namun kecenderungan yang ada Negara maju mengadopsi “akuntansi inflasi” untuk memperbaiki penyimpangan dari conventional historical cost accounting yang memasukkan unsure perubahan harga dan inflasi pada pendapatan dan asset.
1. PENGARUH INFLASI PADA PERUSAHAAN
Inflasi mempengaruhi posisi keuangan dan kinerja suatu perusahaan, misal manajer dapat mengambil keputusan operasional yang tidak efisien jika ia tidak memahami pengaruh inflasi. Dalam kaitan dengan posisi keuangan, asset keuangan akan berkurang nilainya selama inflasi karena berkurangnay daya beli. Oleh karena itu diperkenalkan alternatif sistem akuntansi inflasi yaitu general purchasing power accounting dan current value accounting.
2. ALTERNATIF PENGUKURAN AKUNTANSI
A. General Purchasing Power
General purchasing power accounting meliputu semua sistem yang dirancang untuk menjaga real purchasing power dari modal pemilik perusahaan denagn akuntansi untuk perubahan dalam tingkat harga. Filosofi utama adalah melaporkan asset, liabilities, pendapatan dan expense dalam unit moneter dari daya beli yang sama. Menurut GPP bagian nonkeuangan dalam laporan keuangan dinilai ulang untuk mencerminkan suatu kesalahan daya beli atau common purchasing power umumnya pada akhir tanggal neraca. Sedangkan untuk laporan keuangan asset dan liabilities yang berupa aktiva lancer tidak disesuaikan Karena biasanya stabil dalam periode daya beli 31 Desember namun asset lain, pendapatan dan biaya harus disesuaikan.
B. Current Value Accounting
CVA meliputi semua sistem untuk menghitung nilai sekarang atau perubahan dalam harga khusus mencakup current cost accounting, replacement accounting, dan current exit price accounting / selling price accounting. CVA berkaitan dengan naik turunnya nilai asset tertentu bukan menurunnya daya beli sekarang, income tidak dipertimbangkan.
Ada dua pendekatan utama dalam CVA : pertama current cost / replacement cost yang banyak digunakan dalam asset nonmoneter yakni asset dinilai pada apa yang dikorbankan untuk menggantikannya. Kedua current exit price / selling price/ net realizable value menilai asset pada tingkat harga penjualan dikurangi biaya pelengkap penjualan. CVA berakbat dalam holding gains dan kerugian saat asset nonkeuangan dinilai ulang dan lebih kompleks pengelolaannya.
C. Current Value : GPP Accounting
GPP dan CVA digabungkan dalam real value sistem.
3. PERBANDINGAN PERATURAN DAN PRAKTEK
Perkembangan akuntansi inflasi di dapat dari Negara yang mengalami hiperinflasi yakni Negara-negara Amerika Latin; Barzil, Argentina, Chili. Di Brazil dan Chili penyesuaian rekening ke dasar daya beli diperkenalkan sejak 1970 sedang di Argentina standar profesi merekomendasi penyajian laporan keuangan supplementary general purchasing power.
Profesi akuntan UK memperkenalkan SSAP 16 tahun 1980 yang meminta laporan keuangan “current cost accounting” pada pernyataan suplemen atau rekening utama dengan historical cost dicantumkan. Di USA, persyaratan resmi diminta SEC tahun 1976 untuk mengungkapkan informasi replacement cost sehubungan dengan depresiasi, HOO, aktiva tetap dan persediaan. 1979, FASB merillis SF AS 33 diganti SF AS 82 dan 89 tentang pengungkapan seplemen berdasar GPP dan CCB.
4. STRUKTUR DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
A. Nilai Sekarang
Perhitungan laba bersih dan penilaian asset berdasar nilai sekarang sama dengan nilai pengganti yaitu nilai lebih rendah dari nilai direalisasi. Penentuan nilai pengganti melihat faktor pemakaian dan lokasi asset, teknologi yang digunakan sedang biaya bunga dimasukkan dalam nilai asset tetap. Perubahan nilai pengganti akibat fluktuasi tingakt harga lokal di kredit pada “revaluation surplus”, nPPh dihitung dalam laporan L/R bersama”gearing” dan penyesuaian moneter yang diakui. Pajak ditangguhkan secara berkala dikurangkan dari surplus revaluasi diperhitungkan sebagai utang pajak ditangguhkan.
B. Nilai Luar Negeri
Semua mata uang LN diubah dalam mata uang DN berdasar tarif pertukaran resmi pada tanggal neraca sedang selisih forward rate dan tarif sekarang, diamortisasi selama forward contract. Selisih pertukaran translasi investasi bersih LN terhadap mata uang DN dihitung sebagai selisih translasi modal saham dalam neraca.
C. Aset Tetap dan Aset Lancar
AT tak berwujud dimasukkan dalam neraca kecuali niali pembayaran pihak ketiga dan royalty. AT berwujud disajikan berdasar nilai sekarang. Perusahaan dikonsolidasi atau tidak dinilai berdasar nilai bersih asset sesuai prinsi akuntansi. Goodwill dihitung sebagai beban langsung modal saham.
Persediaan atau BDP dinilai sebesar nilai sekarang dikurangi provisi untuk menutup resiko keusangan. Piutang dinyatakan sebesar nilai nominal dikurangi CKP, kas dan saldo bank dinyatakan sebesar nilai nominal.
Nama : Efa Melia Putri Lingga
Kelas : 4 EB 05
NPM : 20207378
Tugas : Membuat Tulisan tentang Akuntansi Internasional (SoftSkill)
Sumber : “AKUNTANSI INTERNASIONAL” Edisi-1 – BAB X1
DAFTAR PUSTAKA
Eko Suwardi. 2000. Akuntansi Internasional, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.






0 Response to ""INTERNATIONAL ACCOUNTING 7""
Posting Komentar