BAB X AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI DERIVATIF DAN MATA UANG ASING Derivatif adalah sebuah instrument yang diturunkan dari spot transaction dalam pertukaran internasional (Foreign Exchange). Contoh derivatif adalah forward exchange contract, dan option. Kecepatan perubahan di pasar derivatif sangat tidak mungkin untuk dibahas secara menyeluruh. Jadi akan difokuskan pada forward contract dan options. Kemudian dibahas juga konsep-konsep utama dalam akunatnsi untuk transaksi valas. 1. FOREIGN EXCHANGE A. Basic Markets Tarif kurs (exchange rate) adalah jumlah dari suatu mata uang yang harus diberikan untuk mendapatkan satu unit mata uang lain. Jika tarif tersebut diperhitungkan untuk transaksi yang terjadi saat ini maka disebut spot rate. Kebanyakan transaksi mata uang terjadi di spot market. Sedangkan the forward market adalah transaksi yang akan diselesaikan dikemudian hari. Kebanyakan transaksi yang ada di forward market adalah untuk jangka waktu 30 sampai 180 hari kemudian. Forward rate adalah sebuah tarif kontraktual antara pedagang valas dengan kliennya, yang jarang sama dengan spot rate pada hari kontrak dibuat. Forward rate mungkin saja mempunyai dampak yang sama atau bias juga berbeda dengan spot rate ketika forward contract diselesaikan. B. Spot Market Sebagian besar transaksi valas terjadi dengan pedagang asing di suatu bank. Oleh karena itu tarif dihitung dari perspektif pedagang tersebut. Umumnya pedagang akan menawarkan dua perhitungan, yaitu harga jual dan harga beli untuk valas. C. Forward Market Seperti yang sudah disebutkan di atas, forward market adalah sebuah tariff kontrak antara para pedagang valas internasional dengan kliennya. Selama periode stabilitas nilai kurs, ada kemungkinan perbedaan yang relative kecil antara current spot dan forward rate. D. Foreign Currency Swaps Salah satu turunan dari pertukaran luar negeri yang berkembang dengan cepat adalah swap market. Swap adalah sebuah transaksi spot dan forward yang terjadi bersamaan (simultan). Sebagai contoh, sebuah perusahaan di US baru saja menerima dividen dari Prancis, tetapi tidak dapat digunakan selama 30 hari kemudian. Dividen tersebut dapat diambil 30 hari kemuadian untuk mendapatkan bunga, atau dapat juga melalui transaksi swap. Dalam swap, perusahaan US akan menggunakan franc tersebut ke banknya dan mengubah ke dalam US$ untuk digunakan 30 hari kemudian di US. Pada waktu yang sama, dapat juga dimasukkan dalam forward contract dengan pihak bank untuk mengirim dolar dalam 30 hari dan ditukar dengan franc Prancis dengan tariff forward exchange. E. Options Options adalah hak dan bukan kewajiban untuk perdagangan valas di masa yang akan datang. Contoh, perusahaan US membutuhkan yen Jepang dalam 30 hari. Jika diputuskan untuk membelanjakan denganoption maka dapat langsung menghubungi perantara di Philadelpia Exchange atau juga dengan Investment Banker, seperti Goldman Sachs, dalam over-the-counter (OTC) market. 2. TRANSAKSI VALUTA ASING Transaksi valas adalah transaksi yang dilakukan dalam valas, bukan pelaporan mata uang perusahaan. Pelaporan mata uang perusahaan adalah pelaporan mata uang yang dipakai di dalam laporan keuangan perusahaan. Transaksi dalam valas bias mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, pinjam meminjam dana, penerimaan atau pembayaran dividen. Berkaitan dengan transaksi valas ini perusahaan harus memecahkan 4 masalah akuntansi : 1) pencatatan awal transaksi yang dilakukan, 2) mencatat saldo valas pada tanggal neraca berikutnya, 3) perlakuan rugi laba karena nilai kurs, 4) pencatatan dan pelunasan piutang kurs dan utangnya pada saat jatu tempo. Ada banyak kombinasi untuk dapat memecahkan empat masalah tersebut di atas, tapi kombinasi yang utama adalah : 1. Dua transaksi, mengakui gains dan losses 2. Dua transaksi, menunda gains dan losses 3. Satu transaksi, mengakui gains dan losses 3. AKUNTANSI DERIVATIF VALUTA ASING A. Akuntansi untuk Forward Contarct Berkaitan dengan akuntansi forward contarct ini ada empat nilai tukar yang perlu diketahui, yaitu spot rate pada tanggal kontrak dibuat, nilai tukar forward contarct, nilai tukar yang diharapkan ketika kontrak dilakukan, dan nilai tukar spot rate sesungguhnya ketika kontrak selesai. Hal yang menarik tentang perlakuan akuntansi untuk forward contract adalah perlakuan tersebut berubah-ubah secara signifikan tergantung pada tujuan kontrak tersebut, meskipun kontraknya sendiri tetap sama pada setiap situasi. B. Hedging Komitmen terhadap Mata Uang Asing Ketika sebuah perusahaan melakukan komitmen berarti perusahaan melakukan kontrak perjanjian untuk melakukan penjualan atau pembelian dengan pengiriman yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Dalam hal ini tidak ada transaksi penjualan atau pembelian yang dicatat karena pengiriman belum dilakukan dan pembayaran belum dilakukan, atau dengan kata lain kedua belah pihak belum melaksanakan apa-apa yang telah ditetapkan dalam komitmen tersebut. Karena kontrak yang terjadi merupakan kontrak ynag melibatkan komitmen terhadap hedging (perlindungan) yang dilakukan perusahaan, maka pengakuan adanya kerugian atau keuntungan akan ditangguhkan sampai transaksi tersebut dicatat sebagai bagian penyesuaian terhadap harga yang disepakati bersama. C. Hedging Transaksi terhadap Mata Uang Asing Transaksi mata uang asing ini dapat terjadi karena jual beli barang atau jasa, pembayaran atau penerimaan dividen, atau dapat juga pembayaran atau penerimaan uang pokok dan bunga dari obligasi. Statement 52 menghendaki utang / piutang mata uang asing diwujudkan pada tarif kurs yang berlaku saat ini pada setiap tanggal neraca, dengan menghasilkan laba / rugi yang mencerminkan pendapatan sekarang juga. Untuk forward contract yang diadakan guna melindungi utang / piutang mata uang asing, statement 52 menghendaki premi/diskonnya diamortisasi selama umur kontrak dan laba/rugi dari kontrak tersebut dimasukkan langsung ke income. D. Hedging Investasi Neto Alasan ketiga untuk melakukan forward contract adalah untuk melindungi pengungkapan posisi neraca kantor perwakilan atau kator cabang di laur negeri. Konsep dari pengungkapan tersebut secara singkat berarti bahwa ekuivalensi dolar terhadap mata uang asing pada rekening di neraca akan berubah bila nilai tukarnya berubah. E. Forward Contract Untuk Tujuan Spekulasi Dalam ha ini, alasan utama perusahaan mengadakan kontrak adalah untuk memperoleh uang dari kontrak, bukan untuk melindungi komitmen bisnis, transaksi, atau pengungkapan posisi neraca. Prosedur akuntansi untuk kontrak spekulasi adalah 1) dalam pencatatan kontrak mengabaikan premium/ diskon, 2) pada setiap tanggal neraca, tandailah nilai kontrak ke nilai pasarnya, 3) mengakui laba/ rugi kontrak pada setiap tanggal neraca. Laba/ rugi yang timbul dari langkah kedua di dapat dengan mengalikan jumlah kontrak dengan selisih antara tariff forward-nya dan nilai kontrak pada saat dicatat pada laporan keuangan sebelumnya. F. Perbandingan Praktek Antarnegara Hedging untuk komitmen mata uang asing mendapat perlakuan yang hampir sama pada sebagian besar Negara industri maju. Hal yang sama juga berlaku bagi hedging investasi neto pada anak cabang luar negeri. Perbedaan terjadi atas akuntansi forward contract untuk mengantisipasi transaksi-transaksi mata uang asing atau kejadian-kejadian masa akan datang. Nama : Efa Melia Putri Lingga Kelas : 4 EB 05 NPM : 20207378 Tugas : Membuat Tulisan tentang Akuntansi Internasional (SoftSkill) Sumber : “AKUNTANSI INTERNASIONAL” Edisi-1 – BAB XII DAFTAR PUSTAKA Eko Suwardi. 2000. Akuntansi Internasional, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.
biar ga boring
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 Response to ""INTERNATIONAL ACCOUNTING 10""
Posting Komentar