PROPOSAL PENELITIAN ILMIAH
Diajukan guna melengkapi syarat-syarat untuk mencapai gelar setara Sarjana Muda Jurusan Akuntansi jenjang Strata Satu Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
Nama : EFA MELIA PUTRI LINGGA
NPM : 20207378
Jurusan : Akuntansi
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2009
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Sebelum pasar barang dan jasa modern dalam konteks seperti yang banyak dipahami orang saat ini terbentuk, kegiatan transaksi barang dan jasa dilaksanakan dengan cara-cara yang jauh lebih sederhana. Transaksi barang dan jasa dilaksanakan melalui pertemuan langsung anatar pihak yang mengalami surplus barang atau jasa tertentu dengan pihak yang mengalami kekurangan barang atau jasa tersebut. Model ini lebih dikenal dengan istilah pasar dengan cara barter. Barter bisa dijalankan karena keadaan masyarakat sebagai pelaku ekonomi saat itu memang memungkinkan bagi pelaksanaan transaksi dengan cara tersebut. Jumlah pelaku ekonomi saat itu masih relatif sedikit, jumlah kebutuhan barang dan jasayang dibutuhkan juga masih relative sedikit.
Sejalan dengan perkembangan waktu yang seiring dengan perkembangan jumlah pelaku ekonomi, perkembangan jumlah kebutuhan barang dan jasa, serta perkembangan jenis atau variasi kebutuhan barang dan jasa, maka kegiatan transaksi dalam perekonomian tidak lagi dapat dijalankan dengan cara barter saja. Cara transaksi yang modern ditandai dengan adanya penggunaan uang. Sejalan dengan semakin berkembangannya pelaku ekonomi dan kebutuhan penggunaan uang dalam kegiatan ekonominya, transaksi antara pihak yang mengalamii surplus uang dengan pihak yang memerlukan tambahan uang tidak hanya dapat dilaksanakan dengan hanya pertemuan langsung. Kehadiran pihak perantara, baik dalam pengertian lembaga maupun pengertian fisik, menjadi sesuatu yang sangat penting dalam perekonomian. Perantara ini selaanjutnya lebih dikenal dengan istilah lembaga keuangan yang lebih dikenal dengan sebutuan Bank.
Salah satu peranan bank adalah pemberian alternative pengelolaan pemberian likuiditas. Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan termasuk jugan pemberian kredit. Karena sistem perkreditan merupakan jasa perbankan yang menjadi salah satu jalan yang dipilih konsumen dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adapun jasa yang diberikan oleh perbankan yaitu dengan pemberian fasilitas kredit seperti program pemerintah, kredit konsumtif, kredit ekspor, dan kredit modal kerja. Pada penulisan ilmiah ini, penulis ingin mengulas lebih lanjut salah satu jasa keuangan pada perbankan yang telah disebutkan di atas yaitu kredit usaha mikro.
Selain itu kegiatan perkreditan tetap menjadi sumber pendapatan utama bagi bank sekalipun memiliki sumber pendapatan lain dan proses pendanaan dan jasa-jasa perbankan, kemampuan bank sebagai lembaga-lembaga keuangan untuk dapat memberikan pinjaman dana sangat tergantung pada dana yang ditarik oleh masyarakat yaitu tabungan-tabungan dan deposito, sebab peranan perbankan mempunyai berbagai aspek antara lain sebagai lembaga penciptaan uang dan kredit, sebagai sumber penghasilan dan penciptaan lapangan kerja.
Yang terjadi pada Bank BNI adalah bagaimana bank ini memberikan solusi yang baik untuk masyarakat Indonesia, agar permasalahan yang terjadi pada masyarakat dapat terselesaikan. Jadi masyarakat Indonesia tidak perlu pusing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka upaya yang dilakukan pada Bank BNI agar masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu dengan mengeluarkan produk kredit yang tertuju pada masyarakat Indonesia agar mereka bisa merasakan kebutuhan hidup yang sesuai.
Masalah yang terjadi apabila dilihat dari sisi yang mengajukan kredit usaha mikro dapat yaitu mengenai apakah kredit usaha mikro yang diberikan oleh Bank BNI mempunyai pengaruh pada usaha yang dijalaninya atau sebaliknya.
Dari uraian di atas maka penulis akan membahas lebih lanjut tentang permasalahan yang ada dengan judul “Keberhasilan Bank BNI dalam Pemberian Kredit Usaha Mikro dengan Melihat Pengaruh yang Terjadi Pada Debitur Sebelum dan Sesudah Mendapat Kredit Usaha Mikro.”
Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka yang akan dikemukakan dalam penulisan ini adalah :
Bagaimana keberhasilan Bank BNI dalam pemberian kredit usaha mikro dengan melihat pengaruh usaha yang terjadi pada debitur sebelum dan setelah mendapat kredit usaha mikro
Ruang Lingkup Masalah
Masalah-masalah penelitian dapat di rumuskan sebagai berikut :
Bagaimanakah hubungan atau pengaruh yang terjadi pada debitur sebelum dan sesudah mendapat kredit usaha mikro ?
Metodologi Penelitian
4.1 Objek Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian yang diteliti oleh penulis untuk menunjang Penelitian Ilmiah ini adalah Bank BNI yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah dan sampel debitur yang melakukan kredit usaha mikro pada Bank BNI.
4.2 Data dan Variabel yang Digunakan
Data yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari prosedur pemberian kredit, catatan laporan perkembangan perkreditan, dan data lengkap (seperti nama perusahaan/Koperasi, alamat, dan keterangan mengenai permohonan kredit usaha mikro) dari nasabah yang melakukan kredit usaha mikro pada Bank BNI.
4.3 Metode Pengumpulan Data
Dalam penulisan ini menggunakan dua metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan penulis untuk mendukung keakuratan penelitian, adalah sebagai berikut :
Penelitian Lapangan.
Dalam penelitian lapangan ini penulis melakukan dengan cara wawancara kepada pimpinan dan karyawan Bank BNI serta penulis melakukan observasi data dan penelitian yang sesuai dengan masalah yang akan dibahas. Selama penulisan masih memerlukan data kebagian yang bersangkutan yaitu kebagian kredit usaha mikro dan mendatangi debitur yang mengajukan permohonan kredit usaha mikro.
Penelitian Kepustakaan.
Dalam penelitian kepustakaan ini penulis memperoleh data-data melalui beberapa buku dan catatan kuliah yang berhubungan erat dengan masalah pokok penelitian yang akan dibahas.
4.4 Metode Pengolahan Data
Dalam pengolahan data, penulis akan menggunakan pengolahan data kuantitatif. Data kuantitatif dalam penulisan ini menggunakan metode statistik berupa hipotesis dengan menggunakan perhitungan uji beda rata-rata dua variabel (distribusi normal) untuk mengetahui pengaruh hasil usaha debitur sebelum dan setelah mendapat kredit usaha mikro dari Bank BNI.
4.5 Alat Analisis yang Digunakan
1. Hipotesis
Hipotesis statistik adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi. Benar atau salahnya suatu hipotesis tidak akan pernah diketahui dengan pasti, kecuali bila kita memeriksa seluruh populasi.
Hipotesis yang dirumuskan dengan harapan akan ditolak membawa penggunaan istilah hipotesis nol (H0). Penolakan H0 mengakibatkan penerimaan suatu hipotesis alternatif, yang dilambangkan dengan Ha. Hipoteesis nol mengenai suatu parameter populasi harus diucapkan sedemikian rupa sehingga menyatakan dengan pasti sebuah nilai bagi parameter itu, sedangkan hipotesis alternatifnya membolehkan beberapa kemungkinan nilainya.
Dalam penulisan ini, hipotesis yang akan diambil oleh penulis adalah :
H0 : Tidak ada perbedaan hasil usaha dari sebelum dan setelah mendapat kredit usaha mikro.
Ha : Ada perbedaan hasil usaha dari sebelum dan setelah mendapat kredit usaha mikro.
2. Uji Beda Rata-rata Dua Variabel (Distribusi Normal)
Syarat distribusi normal n ≥ 30
Dalam penulisan ini akan menggunakan rumus distribusi normal dengan dua rata-rata. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut :
a. Dua rata-rata
Z = (X1 – X2) - do : (12 / n1) + (22 / n2)
Dimana : X = rata-rata sampel
= rata-rata populasi
= simpangan baku
n = jumlah sampel
do = 1 - 2
Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penulis dalam penulisan ini, yaitu:
Untuk mengetahui keberhasilan dari Bank BNI dalam pemberian kredit usaha mikro dengan melihat pengaruh usaha debitur sebelum dan setelah mendapat kredit usaha mikro.
Manfaat Penelitian
Manfaat dari penulisan ini adalah :
Untuk menambah pengetahuan mengenai pengaruh yang terjadi pada debitur sebelum dan sesudah mendapat kredit usaha mikro.
7. Tempat dan Waktu Penelitian
7.1 Tempat Penelitian
Bank BNI yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur dan sampel debitur yang melakukan kredit usaha mikro pada Bank BNI.
7.2 Waktu Penelitian
-
NO
KEGIATAN
September
Oktober
November
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Penyusunan Proposal
V
2
Pengesahan Proposal
V
3
Perizinan Penelitian
V
4
Penelitian
V
V
V
V
5
Penyusunan Bab 1
V
6
Penyusunan Bab 2
V
7
Penyusunan Bab 3
V
8
Penyusunan Bab 4
V
9
Penyusunan Bab 5
V





