Caaantiiiiikkkkkkkkkknyaaaaaahhh....
Kata-kata itulah yang tiap kali gw lihat pemandangan di Bromo, walaupun gw cuma liat dari gambar, blogger para traveller, dan media - media sosial dari teman-teman gw...
Dan pada satu kesempatan temen gw di kantor ngasih salah satu travell yang ngadain open trip.
Tanpa berlama-lama karna mata gw udah gatel banget buat lihat salah satu pemandangan yang menakjubkan itu, gw menghubungi salah satu travell itu dan request untuk mengadakan open trip khusus gw dan temen-temen gw.
Cari tanggal , cari temen yang banyak, cari tiket dan terutama cari uang yang banyak buat jalan - jalan.
Yiiiiiihhhhhhhaaaaaaaa, dapet tanggal di akhir Maret 2014 kemaren.
Gw jalan sama temen-temen gw naik kereta ekonomi sampai Malang. Luar biasa banget ini pertama kalinya gw naik kereta dengan jarak tempuh 18 jam. Dan gw sampe ga enak badan saat itu dikarenakan efek begadang karna kerjaan gw di kantor.
Sampailah gw di Malang dan harus menunggu 2 temen gw lagi yang belum dateng karna beda kereta. Mereka naik kereta eksekutif karna ga bisa naik kereta ekonomi. Padahal gw juga pertama kalinya naik kereta ekonomi. aslik pegel - pegel coooyyyyy.... untung baliknya gw naik eksekutif, setidaknya bisa duduk di tempat yang empuk dan tidur nyenyak.
Stasiun Kota Malang
Dan akhirnya 2 orang temen gw dateng dan sebenarnya mereka bukan temen deket bahkan gw baru kenalan di tempat. Karena sebenarnya dia adalah temennya temen gw. itulah enaknya ngetrip bareng, banyak pengalaman dan teman baru.
Karna kedatangan teman gw agak lama, kita ditinggal sama beberapa orang yang ternyata ada trip di hari yang sama dengan kami. Setelah itu kami pergi ke salah satu Pura di Malang, cuma gw lupa nama puranya apa, itulah tempat yang pertama kali kami datangi ...
Pura di Kota Malang
Okay, setelah naik angkot dari stasiun menuju pura ini, kami kembali naik angkot menuju homestay kami. Disana kami disambut dengan baik. Orang-orangnya ramah sekali. Dan yang luar biasanya adalah selama di sini kami disajikan makanan rumah yang luar biasa membuat selera makan meningkat dikarenakan udara yang dingin dan super sejuk.
Setelah agak sore, kami naik mobil jeep diantar melihat air terjun. Setelah itu berkunjung ke perkebunan apel. Seperti yang kita tahu bahwa Malang terkenal dengan Apel Malangnya. Di perkebunan ini kami bisa makan apel sepuasnya. Namun jika ingin membawa pulang kita harus membeli dengan harga Rp20.000,- per kg. Lucunya ada saja pihak - pihak yang berbuat culas, seperti mereka menimbang dulu kemudian memasukkan kembali apel-apel yang bisa saja mereka petik lagi. hahhahhaha......
Disana kami merasa sudah dekat satu sama lain, padahal gw baru aja kenal satu dengan yang lainnya.
Setelah pulang dari perkebunan apel, kami kembali ke homestay dan wajib untuk beristirahat karna jam 1 pagi kami akan berangkat menuju tanjakan pertama Bromo.mungkin bagi sebagian orang dan mungkin sebagian besar mereka menganggap pendakian Bromo adalah hal yang amat sepele dan ringan.
Tapi buat gw GAK MUDAH. Jam 1 pagi gw dengan teman-teman gw yang lain naik mobil jeep dengan bak terbuka. Udara di Malang yang super dingin dan jalanan yang mendaki dan tidak rata membuat gw sedikit mual. Dan ketika sampai di tempat berjalan kaki untuk menuju tempat dimana matahari akan terbit, gw sempet berhenti berkali-kali. Ga sanggup dan pengen banget gw nyeraaaaahhh! Tapi kalo inget gambar-gambar yang gw liat di internet membuat gw semangat. Maklum gw ga suka olahraga kecuali renang, hahaha!!! Karna renang itu ga bikin keringetan broooo !!!
Finally, sampai jugalah gw di atas..... Luar biasa rasanya melihat Alam ciptaan Tuhan. Tapi penderitaan gw belum berhenti sampai disitu... Mual dan langsung muntah pas tiba di atas. Puji Tuhan ada pedagang yang berjualan teh panas, dimana teh itu akan berubah menjadi dingin jika tidak segera diminum, hahahha !!!
Ini dia beberapa foto yang ga perlu editan untuk memperindah gambarnya karna yang alami ga perlu polesan lagi untuk mempercantikknya :
Sunrise in Bromo Mountaint
With New Friends
Best Moment For Me
Dari Mataharinya malu-malu buat keluar sampai dia ga keliatan lagi di hadapan kami, kami ga bisa berenti selfie dan menghabiskan waktu untuk mengabadikan setiap momen dan setiap sudut keindahan ciptaan Tuhan ini. Diambil dari sudut mana aja gw cuma bisa mengucap syukur atas setiap kesempatan ini...
Blue Sky
Best Picture From God
Masterpiece of God
Real Picture
Sebelum hari semakin siang dan semakin panas, maka kami memutuskan untuk kembali ke mobil kami. Dan kami pun melanjutkan perjalan menuju Puncak Kawah Bromo.
Ketika tiba di parkiran mobil dekat puncak kawah kami menyempatkan diri untuk foto dan saking semangatnya, salah satu teman kami pun terjatuh.
Lalu ketika kami ingin menaikki puncak terlebih dahulu kita harus sedikit melewati jalan yang agak menanjak. Jika tidak ingin cape, maka kalian bisa menyewa kuda untuk sampai di atas seperti yang dialakukan oleh salah satu teman kami ini.
Namun jika kuat, kalian bisa terus jalan menanjak hingga ke atas. Tetapi yang harus diingat adalah menyewa kuda bukanlah jalan kalian bisa sampai di Puncak Kawah Bromo karena setelah di atas (bukan di puncak) kalian tetap harus menaikki ratusan anak tangga.
Berbeda dengan kebanyakan orang, gw dan teman lainnya diinstruksikan oleh guide kami untuk keluar dari zona nyama kami. Kami disuruh menanjak melewati pasir yang tidak ada pegangan sama sekali.
Berbeda dengan kebanyakan orang, gw dan teman lainnya diinstruksikan oleh guide kami untuk keluar dari zona nyama kami. Kami disuruh menanjak melewati pasir yang tidak ada pegangan sama sekali.
Awalnya gw seneng-seneng aja karna ini dilakukan rame-rame, tapi karna gw jarang olahraga, lagi-lagi kecapean di tengah bukit ini... Panas, pasir, dan haus terus-terusan yang gw rasain. Gw harus tetap berjuang dan merangkak untuk menuju puncak. Untuk gw selalu ditemani sama temen gw yang super baik dan tangan guide gw yang selalu bersedia menangkap dan menarik ke atas karna gw ga sanggup lagi sampai ke atas. Tapi ini perjalan udah amat sangat nanggung kalo ga diterusin.
Daaannnnn,,, akhirnya kami tiba di Puncak Kawah Bromo setelah merangkak melewati pasir-pasir hitam yang membuat langkah kaki gw berat. Muka capek dan ga semangat pun jelas tampak wajah gw.
Setelah minum dan sedikit istirahat, akhirnya gw bisa difoto dengan wajah puas sampai di Puncak. Terimakasih Tuhan buat penyertaan yang luar biasa ini.
Setelah puas mengabadikan foto di Puncak Kawah Bromo, kami melanjutkan perjalan menuju Pasir Berbisik. Disini kami kembali menggunakan jeep karena perjalanan yang cukup jauh dan tidak bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah kita harus mengenakan masker dikarenakan debu yang sangat banyak karena dialalui oleh banyak mobil.
Dan setelah sampai di Pasir berbisik beginilah suasana dan pemandangannya ...
New Friend
Gaya Songong Gw
Happiness
Setelah melihat sesuatu yang gersang-gersang tapi super indah, kita lanjut pergi ke bukit yang super seger dan super dahsyat indahnya... Namanya Bukit Teletubies ...
Okay, sekian dulu ya info jalan-jalan yang begitu berkesan buat gw yang bisa gw bagi untuk teman-teman semua. Ingat, jangan lupa mengucap syukur kalo kamu punya darah Indonesia, kamu tinggal di Indonesia. Apapun yang terjadi di dalamnya, bagaimana pun pemimpinnya dan sampai kapan pun kalian adalah Indonesia. Bangga jadi orang Indonesia yang super dahsyat punya alam yang luar biasa indah. Sampai ketemu lagi di trip berikutnya !!!
Foto Dibuang Sayang ^_^
-putH-








0 Response to "BERBURU INDAHNYA SUNRISE DI BROMO"
Posting Komentar